Jumat, 21 November 2014

Gereja Tua Puhsarang








Gereja Tua Puhsarang terletak di Gunung Klotok, Lereng Gunung Wilis, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, 6 km, ± 15 menit dari Kota Kediri. Obyek wisata ziarah umat Katolik ini terdapat gereja tua perpaduan arsitektur Eropa dan Majapahit yang unik.

Gereja ini dibangun tahun 1936 dan sudah mengalami bebrapa renovasi. Namun dalam rentetan inovasi tersebut, bentuk asli gereja masih terjaga. Altar Gereja dari batu Massif yang beratnya mencapai tujuh ton dan berhias pahatan rusa, altar luar berbentuk stupa borobudur, menara berbentuk candi Bentar, pendopo, perangkat gamelan, tabernakel batu dengan disain batuterguling, makam dan lain-lain, masih bisa ditemui di Gereja tersebut. Bentuk - bentuk yang mengagumkan ini, tak terlepas dari tangan dingin Ir.H..Maclaine Pont (1884-1971), arsitek berkebangsaan Belanda yang lahir di Meester Cornelis (Jatinegara). Ketika mulai mendisain gereja ini, ia tak lupamemasukkan unsur budaya lokal. Maklum, sebagai arsitek, Pont sangat mengagumi situs-situs penting di Jawa, salah satunya Mojopahit di Trowulan.

Sampai renovasi terakhir, gereja ini memiliki luas sekitar 6,5 hektar. Di dalam kompleks Puhsarang, terdapat beberapa hal yang unik yang seiring waktu banyak dilirik wisatawan dari dalam dan laur negeri. Pertama, Gereja yang antik. Gereja ini diwarnai dengan unsur bentangan kawat baja sebagai ganti reng dan usuk untuk atap gereja. Dalam gereja, terdapat relief-relief batu tentang lambang-lambang penulis injil. Selain gereja, di kompleks Ziarah Katolik Puhsarang ini ada tiga patung Bunda Maria. Patung pertama ada di Gua Maria di samping kiri Gereja Puhsarang. Dul, Patung ini pernah dicuri dan dibuang> Beruntung patung ini akhirnya bisa ditemukan dan kembali dipajang di Gua Maria. Patung Kedua di dekat Gedung serba Guna, sedangkan yang ketiga di Gua Maria Lourdes.


Daya tarik yang lain yang bisa ditemui di tempat ini adalah Tiga Jalan Salib. Masing-masing ada di kompleks Gereja St. Maria Puhsarang, yang kedua disekeliling taman Hidangan Kana dan yang Ketiga di bagian belakan, berupa stasi renungan denganbentuk patung-patung sebesar manusia. Jalan Salib ini diresmikan pada hari Minggu 28 Mei 2000.

Selain gereja antik, tiga patung Bunda Maria dan tiga jalan Salib, juga bisa menemui Tiga Pondok Rosario yang disiapkan khusus bagi peziara untuk berdoa rosario. Tiga pondok ini dibuat berdasar misteri hidup Yesus Kristus yang direnungkan dalam doa. Yakni peristiwa Gembira, Peristiwa Sedih dan Peristiwa Mulya. Obyek - obyek lain yang menarik, seperti :

GUA MARIA LOURDES

Kurang Lebih 100 meter dari Pendopo Emaus, kita bisa melihat Gua Maria Lourdes. Gua ini dibangun pada 11 Oktober 1998, didesain menyerupai Gua maria Lourdes di Prancis, tingginya 18 meter. Gua yang diresmikan pada tanggal 2 Mei 1999 dihiasi patung Pieta, yang digambarkan Bunda Maria sedang memangku Yesus. ini serupa dengan patung yang terdapat di Basilika St. Petrus, Roma.

Di depan Gua Maria Lourdes terdapat tanah lapang yang mampu menampung ribuan jamaah. Di tempat peziarah ini pulalah diteruskan tradisi ziarah Katolik, berupa Misa Novena Maria setiap hari Minggu di pekan pertama atau kedua tiap bulan, dan misa Tirakatan malam Jumat Legi, yang sangat khas bagi masyarakat Katolik Jawa.


MAUSOLEUM DAN COLUMBARIUM

Salah satu bagian penting dari tempat ziarah Katholik Puhsarang adalah Mauseleum atau makam para uskup dan romo yang berkarya di keuskupan Surabaya. Ditempat ini dimakamkan kembali jenazah Mgr. M.Verhoeks. CM, Mgr. J>A>M. Kloster CM, Rm. J.H Soemarki CM dan Rm. Rekosubroto CM. Selain makam para Uskup dan Romo, terdapat pula tempat penitipan abu jenazah (Columbarium) untuk seluruh umat Katholik.


BUMI PERKEMAHAN BUKIT TABOR

Berkemah sambil berziarah tampaknya bisa menjadi salah satu alternatif pilihan liburan rohani, selain menghilankan kepenatan, wisata camping religi juga dapat meningkatkan olah rohani dan kepribadian. Di Puhsarang, wisata perkemahan dapat dilakukan di BukitTabor yang merupakan Camping Ground area. Lokasi ini berada didekat tempat Ziarah Gua Maria Lordes Puhsarang. bUmi Perkemahan ini dapat digunakan oleh semua kelompok baik Pramuka, muda-mudi, Pencinta alam, maupun masyarakat umum. Bumi Perkemahan Bukit Tabor diresmikan tanggal 8 Oktober 2000 oleh Bapak Uskup Johanes Hadiwikarta, Pr.

TAMAN HIDANGAN KANA

Untuk mendapatkan perelengkapan Ziarah maupun sekedar oleh-oleh khas Puhsarang, wisatawan dapat mengunjungi taman hidangan Kana. Di tempat ini pengunjung dapat menjumpai aneka keperluan ziarah, serta beragam buah tangan yang ditawarkan oleh sekitar 50 kios. Kios-kios teesebut saat ini sudah terorganisir rapi dan berada dalam satu kawasan, sehingga memudahkan pengunjung untuk berbelanja. Kawsan belanja religi ini juga diresmikan oleh Uskup johanes Hadiwikarta pada 26 Januari 2001.

WISMA BETLEHEM

Bagi pengunjung yang ingin bermalam, di lokasi wisata Puhsarang juga tersedia penginapan Wisma Betlehem. Namun wisam ini tidak dipergunakan untuk acara retret, seminar maupun kerohanian lainnya, mengingat hanya terdiri dari kamar-kamar sederhana tempat peristirahatan. Wisam ini memiliki fasilitas sekitar 24 tempat tidur standart dan 30 kamar VIP. Selain itu di tempat peristirahatan ini juga terdapat kafetaria yang menyediakan beragam hidangan makanan.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda